Solo: Ketika Aku Memilihmu

Image

Gerbang Depan Kampus Universitas Sebelas Maret

Tema: Kesan Tentang Solo

Solo sungguh kota yang mengesankan bagiku. Ada banyak hal yang harus aku syukuri karena aku telah ditakdirkan kuliah di Bumi Mataram ini. Keberadaanku di kota ini tak lepas dari ambisiku untuk bisa kuliah di UGM, Yogyakarta. Namun saat aku gagal kuliah di kampus tertua di Indonesia itu mulai melirik UNS, sebuah PTN yang terletak percis di kota Solo. Sebelumnya Solo bukanlah kota yang menjadi impianku sebagai tempat kuliah. Alhasil takdir mempertemukanku dengan kota Budaya ini.

1

Rektorat Universitas Sebelas Maret

Sebelumnya aku memang telah mengenal Solo. Solo memang sudah terkenal,baik di dalam negeri maupun di mancanegara.  lewat kedudukannya sebagai pusat kebudayaan Jawa. Di sinilah budaya jawa di semaikan, tumbuh, dan lestarai hingga kini. Lewat karya Habiburrahaman Elsyirazi, Ketika Cinta Bertasbih, dan buku-buku sejarah aku sedikit banyak tahu tentang Solo. Terutama tentang perjalanan sejarahnya.  Banyak tempat-tempat penting yang aku tahu di Solo meskipun aku belum pernah mengunjunginya. Seperti Keraton, Sriwedari, dan  Jalan slamet Riyadi.

DSC09148

Taman Sriwedari

Sekali lagi Solo sangat berkesan di hatiku. Sejak pertama kali aku menginjakan kaki di kota ini, ada banyak hal yang membuat mulutku berdecak kagum. Kearifan Budaya Jawa, keluhuran budi dan kesantunan Masyarakatnya, dan ketertiban kotanya mampu membuatku jatuh cinta pada kota yang mendapat julukan the spirit of java ini. Inilah hal- hal yang membuatku terkesan dan betah tinggal di Solo.

Pertama, Solo adalah kota budaya.  Makanya Solo di Juluki The Spirit Of Java, atau Jiwanya Jawa. Hal ini tidak terlepas dari peran  2 keraton yaitu, Keraton Kasunanan dan Puro Mangkunagaran. Disinilah keluhuran budaya jawa di pelihara dan di kembangkan. Tak heran jika di kota ini banyak sekali event budaya baik taraf nasional maupun internasioanl. Sebut saja kirab pusaka, grebeg maulud, dan event-event lainya. Hal ini bisa menjadi ajang hiburan para mahasiswa dari luar Solo dan untuk bisa lebih mengenal kebudayaan jawa. Lebih dari itu, kegiatan ini banyak mengundang kedatangan turis mancanegara.

DSC09025

Taman Budaya Jawa Tengah

Kedua, seperti yang saya sebutkan diatas bahwa masyarakat Solo yang Mayoritas beretnis Jawa sangat menjunjung tinggi budayanya. Kesan orang Jawa yang Santun, ramah, dan  benar-benar terasa di kota ini. dalam sehari-hari mereka bercakap-cakap dengan bahasa Jawa sesuai dengan tingkatannya. Apabila berbicara dengan orang yang lebih dihormati mereka menggunkan bahasa Jawa Kromo, sedangkan jika berbicara dengan   orang yang sepadan atau yang umurnya lebih rendah mereka menggunkan bahasa Jawa Ngoko atau standar. Tidak heran apabila mereka berbicara dengan orang baru mereka akan menggunkan bahasa jawa, apabila mereka tau bahwa lawan bicaranya tidak mengerti, mereka akan menggunkan bahasa Indonesia. Namun hal inilah yang membuatku tertantang untuk belajar Bahasa Jawa sebagai salah satu kekayaan bangsa.

Kesantunan, ya itulah yang tidak bisa dipisahkan dari orang Solo, dalam berbicara mereka amat santun.  Dalam berbicara tubuh mereka ikut bergerak mengikuti pa yang dibicarakannya. Misalnya saat bilang “monggo mas.. monggo mbak..inggih..” gerakan tubuhnya akan pas banget dengan apa yang mereka katakan. Pun begitu saat kita bertanya pada mereka, maka mereka akan menjawab dengan dibarengi senyuman termanis akan tersunging dari mulutnya.

Salah satu budaya Orang Solo yang mengagumkan lainnya  adalah pola hidupnya yang sederhana. Mereka biasa hidup apa adanya tanpa mengada-ada. Mulai dari penampilam, gaya hidup, hingga mnenu makan pun mereka apa adanya. Tidak ada kesan dipaksa-paksakan biar kelihatan keren atau kaya. Hidup mereka sungguh sederhana dan bersahaja. Inilah yang selalu aku lihat saat berkunjung ke rumah teman-temanku di Solo.

DSC09112

Puro Mangkunagaran
Saksi Bisu Kejaayan Solo di Masa Lalu

Ketiga, Biaya hidup di Solo sangat murah. Mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi sangat terjangkau. Pas awal kedatanganku di kota ini aku agak kaget. Untuk makan kenyang di Solo bisa hanya dengan Rp. 2500 hingga Rp. 5000. Hampir setengahnya harga di kota Asalku di Jawa Barat. Padahal dengan menu yang sama.

Keempat, Solo merupakan salahsatu Kota Pendidikan di Jawa Tengah Selain Semarang. Disinilah sebuah perguruan tinggi neheri ternama berdiri. Yaitu kampusku Universitas Sebelas Maret (UNS). Selain itu ada juga kampus negeri lainnya seperti IAIN, dan Insitut Sebi Indonesia (ISI) Surakarta. Belum lagi Perguruan Tinggi Swasta lainnya yang mutunya tidak kalah hebat sperti Universitas Muhmadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Slamet Riyadi. Hal ini bisa menjadi alternative pendidikan bagi para pelajar untuk melanjukan studi lanjutannya di kota Budaya ini.

DSC09296

Pementasan Ketoprak di Taman Budaya Jawa Tengah

Kelima, Solo merupakan Tujuan Wisata Favorit di Jawa Tengah. Siapapun yang Kuliah di Solo tidak akan pernah bosan mengisi hari-hari liburnya. Atau bagi yang ingin melepaskan kepenatan dari rutinitas kuliah. Disini banyak tersedia tempat wisata baik wisata budaya, wisata sejarah, wisata alam, maupun wisata kuliner.

Untuk Wista budaya kita bisa mengunungi event event budaya yang di selenggarakan di kota ini. bahkan ha,pir tiap malam minggu sellau ada pementasan budaya baik di taman Sriwedari maupun  di Taman Budaya Jawa tengah. Sementara untuk wisata sejarah, disini banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang terkenal. Sebut saja Keraton kasunanan, Keraton Mangkunagaran, benteng Vastenbreg, Museum Radya Pustaka, Monumen Pers Nasional dan Tempat-tempat bersejarah lainya.

Wisata alam, jangan khawatir. Di kota Solo dan Dekitarnya, banyak sekali wisata alam yang menakjubkan dan cocok untuk berlibur. Seperti Grojogan Sewu di Tawang Mangu, Taman Satwa Jurug dan lain-lain.

DSC09067

Salahsatu Sudut Kota Solo dari Arah Keraton Kasunanan dan Jalan Slamet Riyadi

Wisat Kuliner, wah jangan ditanya, Solo emang terkenal denga sejuta Kuiner khasnya, sebut saja Kripik Belut, Nasi Timlo, Wedang Jahe dan Intip, bisa menjadi referensi Mahasiswa dan siapun untuk berwisata kuliner.

Keenam, kerukunan umat beragama di Solo benar-benar terjaga. Solo memang kota yang Plural, selain multi etnis, juga multi agama. Namun kerukunan tetap terjaga, meraka saling menghargai satu-sama lainnya. Kerukunan bukan hanya terjaga antara satu agama dengan agama lainya. Tapi juga antar golongan dalam agama tertentu, dalam Islam misalnya, antara NU dan Muhammadiyah mereka hidup rukun, bahkan di masjid tempatku shalat Jadwal imam di bagi antar Muhammadiyah dan NU. Untuk Jadwal iman shlat shubuh misalnya yang selalu diimami oleh Orang NU, hal ini mengingat di NU ada do’a Qunut dalam shalat shubuh sedangkan di Muhammadiyah tidak ada.

Kerukunan antar umat beragama di Solo juga terlihat di lingkungan kampus UNS. Di kampus hijau ini berdiri tempat ibadah agama-agama yang diakui negara secara berdampingan.  Tempat ibadah itu adalah Masjid, Gereja, Vihara, dan Pura. hal ini jarang telihat di kampus kampus di seluruh Indonesia. Semua pemeluk agama di kampus ini sangat rukun dan menjadi satu kesatuan utuh sebagai bagian dari Universitas Sebelas Maret. Kerukunan ini melambangkan kerukunan an kemajemukan Solo sebagai kota Budaya yang plurar namun damai. Solo memang dihuni oleh berbagai ras. Selain suku Jawa ada juga Masyarakat Tionghoa, Arab, Sunda, Bali, Papua, dan berbagai suku lainnya dari seluruh pelosok Indonesia.

Itulah beberapa hal yang membuat Solo begitu berkesan di hatiku. Hingga aku berani mengatakan bahawa Solo pas banget sebagai tempat kuliah atau tujuan pendidikan lainya.

Iklan

3 responses to “Solo: Ketika Aku Memilihmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s